Tes Kemampuan Bidang (TKB) Tenaga Lepas Harian Pemkab Gunungkidul Maret 2021

     Well, lanjutan dari postinganku sebelumnya. Waktu ishoma aku dan 2 orang peserta lainnya makan di warung bakso. Alif dan mbak April pesan mie ayam yang kelihatannya juga enak sementara aku pesan bakso karena perutku sedang pengen yang simple. Disitu mereka banyak cerita tentang aktivitas mereka. Sementara aku menyimak. Hmm sepertinya memang aktif sekali di dunia jurnalistik mereka, batinku.


    Jam 13:00 kami bertiga sudah sampai di pinggir alun-alun Wonosari menunggu yang lain. Nggak lama setelah itu kami pengarahan. Panas-panas begini amazing sekali ya liputan. Tapi memang kondisi sesungguhnya liputan juga nggak mengenal waktu. Mau siang panas-panas kek, mau hujan-hujanan kek, mau pagi-pagi buta kek, bodo amat yang peting dapet berita. 

    Kami ditugaskan buat bikin liputan terserah mau berita mau vlog atau apapun yang penting ada komponen opening, isi, dan closing. Selain itu kita juga disuruh ambil 5 foto yang berpatokan dengan kaidah fotografi jurnalistik EDFAT. Wadidaw apa itu. Untuk lebih jelasnya aku googling. Haha. Masing-masing foto diberi caption. 
Alun-alun Wonosari disiang hari

    Waktu berjalan dan aku masih bingung mau ambil apa nih, mau shoot apa nih. Teman-teman peserta pada ambil video di alun-alun/ pinggirannya sementara aku ngeliput Masjid Raya Al Ikhlas. Entah apa yang bisa aku tonjolkan. Tapi disitu aku melihat banyak material, sepertinya masjid itu sedang direnovasi. Mulailah aku ambil beberapa shoot, sampai akhirnya aku ketemu cleaning service masjid tersebut. Beliau sedang ngepel lantai masjid dan aku meminta ijin buat liputan disitu sekaligus wawancara. Aku wawancara ke beliau sekitar 3 menit dengan berbagai pertanyaan berkaitan dengan renovasi masjid dan juga kegiatan peribadatan selama pandemi ini, dan rencana kegiatan selama Ramadhan mendatang. Menurutku bahanku lebih dari cukup, tapi ternyata management waktuku yang buruk. Waktu tinggal beberapa menit lagi tapi aku belum ngedit sama sekali, belum ambil 5 foto juga. 
Suasana pinggir Alun-alun Wonosari

    Berhubung aku nggak kuat silau panas-panasan, aku dan mbak April duluan ke Aula untuk ngedit smenetara yang lain lebih memilih ngedit on the spot. Kami diperbolehkan edit video dengan VN. Nggak lama teman-teman peserta mulai berdatangan ke aula untuk submit hasil kerja mereka. Waktu udha habis mereka sudah mulai upload video sementara aku belum selesai edit. Ya Allah rasanya nyesek banget aku nggak sempet masukin VO ke videonya, aku cut video asal-asalan, masukin shoot video asal-asalan, pokoknya semua serba ngasal yang penting ada komponen opening isi dan closing, yang divideoku itu bahkan nggak ada 5W1Hnya karena aku waton ngecut berhubung udah nggak sempat edit. Even preview hasil shootku aja udah nggak sempet. Bodoh sekali rasanya. Aku udah pasrah dengan hasil kerjaku yang menurutku sangat ngasal. Aku upload foto-foto bahkan nggak sempat aku lihat full fotonya cuma lihat dari preview waktu upload. Giliran udah aku upload foto yang aku upload nggak simetris. Ah dahlah.
Peserta uploading karya

     Dari situ aku macem ditampol, next time kalau ikut seleksi aku harus lebih prepare lagi, harus lebih siap. Jadilah orang yang well prepare, nggak mendadak dangdut terus main pancal yang berujung panik. Untung kemarin Alif dan satunya aku lupa namanya, dia nenangin aku waktu aku nyeletuk kerjaanku kok begini. Mereka menenangkan aku "Udah..nggak papa. Ini aku juga tadi ada salah masukin."

    Sekitar 15:30an kami selesai karena menunggu salah satu peserta yang ada kendala teknis waktu upload karya. Bapak-bapak yang kasih sambutan/ pengarahan di awal kembali kasih "penutupan" seleksi hari itu. Intinya beliau minta maaf kalau penyelenggaraan seleksi ada kurangnya dan terimakasih gitu lah. Mereka baik-baik, seperti doaku atau afirmasiku ketika di jalan sebelum berangkat "Alhamdulillah aku ketemu dengan penguji yang baik yang ramah yang menyenangkan." Dan itu terkabul. Intinya hari itu berjalan sebagaimana mestinya, tinggal tunggu pengumumannya. 
 
Hasil tes TKB

    Aku udah pasrah banget dengan hasilnya, aku sendiri kayak udah optimis nggak lolos. Dan mungkin aja skorku rendah banget. Astaghfirullah. Ternyata aku terlalu underestimate ke diriku sendiri. Karena ternyata dari 10 peserta yang ikut test aku masih masuk peringkat tengah yakni nomer 5 dengan skor sama dengan peserta ranking 4. Entah itu nilai belas kasih atau apa tapi dari situ aku belajar, please yuk lebih percaya diri lagi, jangan terlalu keras sama diri sendiri, jangan self criticism sebegitunya. Kamu tu bisa!! 

    Dari TKB tersebut diambil top 3 dan diseleksi lagi untuk ikut TKD (Tes Kemampuan Dasar) kemudian diambil 1 orang. Untuk TKB sendiri bobotnya 60% sementara TKB 40%. Dari seleksi ini aku jadi punya pengalaman dan ambil pelajaran, gimana aku kudu prepare sama suatu hal, gimana aku mau gak mau harus ngikutin prosedur yang ada (fyi aku anaknya sangat males dengan hal yang prosedural macem kumpulin berkas ini itu), gimana aku manage grogi, dan yang bagus lagi aku dapet teman dari sana. Sepulang dari tes itu kepalaku pusing banget karena kepanasan. Bukan nggak tahan suhu panasnya tapi lebih ke silaunya. Entah kenapa aku mudah pusing sama pencahayaan yang silau. Aku jadi semakin yakin kalau sepertinya aku lebih cocok kerja yang nggak panas-panasan. Bukan nggak mau tapi memang aku harus tahu kapasitas diriku, kekuranganku, dan kelebihanku. 

No comments

Left your words here. . Don't be silent reader ^^ comments are loveable

Powered by Blogger.